Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

MATERI KELAS X SEMESTER II "ATMOSFER"

A.     ATMOSFER BUMI
a)      Pengertian Atmosfer
Atmosfer berasal dari bahasa Yunani, atmos artinya uap dan sphaira artinya bola. Maka atmosfer dapat diartikan sebagai selubung uap (gas) yang menyelimuti seluruh permukaan bumi. Sifat-sifat atmosfer adalah sebagai berikut:
1.    Tidak berwarna, tidak berbau dan tidak dapat dirasakan kecuali dalam bentuk angin.
2.    Dinamis dan elastik sehingga dapat mengembang dan mengerut serta dapat bergerak atau berpindah.
3.    Transparan terhadap beberapa bentuk radiasi.
4.    Mempunyai massa sehingga menimbulkan tekanan. 
b)      Komposisi Atmosfer Bumi
Atmosfer terdiri dari beberapa gas dan aerosol yang nantinya akan dapat membentuk partikel-partikel padat dan cair yang disalurkan melalui udara. Gas-gas penyusun atmosfer ada yang konstan kadarnya dan ada yang selalu berubah-ubah .
Tabel 1  Komposisi Gas di Atmosfer
Unsur
% volume udara kering
Konsentrasi ppm
Nitrogen
Oksigen
Argon
Neon
Helium
Methane
Kripton
Hidrogen 

Gas-gas yang berubah:
Uap air
Karbon Dioksida
Karbon Monoksida
Sulfur Dioksida
Nitrogen Dioksida
Ozone
78,084
20,946
0,934
0,00182
0,000524
0,00015
0,000114
0,00005



0-3
0,0325
-
-
-
-
-
-
-
18,2
5,24
1,5
1,14
0,5



-
325
1,00
0-1
0-0,2
0-2

c)      Lapisan Atmosfer
Atmosfer terdiri dari beberapa lapisan, mulai dari lapisan paling bawah sampai lapisan paling atas. Pelapisan tersebut didasarkan pada aspek fisik atmosfer. 

1.      Troposfer
Ketebalan rata-rata 11km (di equator 18 km dan di kutub 8 km). Pada lapisan ini terjadi penurunan suhu pada setiap kenaikan elevasi atau semakin tinggi tempat semakin turun suhunya. Lapisan ini menjadi tempat terakumulasinya gas-gas oksigen, nitrogen, dan karbon dioksida. Uap air dan karbon dioksida yang terdapat pada lapisan ini berfungsi menjaga keseimbangan panas permukaan Bumi. Pada lapisan ini terjadi berbagai peristiwa perubahan cuaca, seperti awan, presipitasi, guntur, dan sebagainya.
2.      Stratosfer
Merupakan lapisan diatas troposfer dan terdapat lapisan tropopause yang merupakan batas teratas lapisan troposfer dan batas terbawah lapisan stratosfer.  Pada lapisan stratosfer ini terdapat lapisan ozon yang berfungsi menghindari bumi dari radiasi sinar ultra violet. Stratosfer merupakan lapisan inversi, yaitu semakin tinggi dari permukaan bumi, suhu udara akan semakin meningkat.


3.      Mesosfer
Merupakan lapisan udara diatas stratosfer, diantara kedua lapisan ini terdapat lapisan antara yaitu stratopause, yang merupakan batas teratas lapisan stratosfer dan batas bawah lapisan mesosfer. Mesosfer dimulai dari stratopause sampai ketinggian 80 km yang karakteristiknya adalah adanya penurunan suhu yang besar pada setiap kenaikan elevasi. Suhu mencapai -88 derajat celcius. Suhu yang sangat dingin ini menyebabkan meteor-meteor dari luar angkasa yang sangat panas pecah menjadi batuan-batuan kecil yang tidak membahayakan kehidupan di bumi.
4.      Termosfer
Merupakan lapisan udara di atas mesosfer, diantara kedua lapisan tersebut terdapat mesopause yang merupakan batas teratas lapisan mesosfer dan batas bawah lapisan termosfer. Termosfer dimulai dari mesopause sampai ketinggian diatas 190 km ditandai dengan bertambahnya suhu pada setiap kenaikan elevasi. Dimulai dari suhu yang konstan pada ketinggan 80-90 km, sampai ketinggian diatas 190 km. Lapisan ini juga disebut sebagai ionosfer karena terjadi ionisasi gas-gas oleh radiasi matahari. Hal ini menyebabkan sinyal-sinyal radio komunikasi dari permukaan bumi dapat dipantulkan kembali ke bumi sehingga aktivitas komunikasi dapat terjadi.
5.      Eksosfer
Merupakan lapisan udara diatas lapisan mesosfer dengan suhu yang tinggi dan kepadatan partikelnya rendah. Sebab itu banyak atom yang keluar dari pengaruh gravitasi bumi. Satelit-satelit buatan biasanya ada pada lapisan ini.

d)      Manfaat Atmosfer
Atmosfer memiliki beberapa manfaat sebagai berikut:
1.        Atmosfer merupakan sumber beberapa gas vital bagi kehidupan diantaranya O2 dan CO2
2.        Atmosfer merupakan selimut yang dapat melindungi kehidupan di bumi dari pengaruh radiasi matahari yang sangat kuat pada siang hari dan lepasnya panas bumi yang cepat pada malam hari sehingga fluktuasi suhu antara siang dan malam tidak terlalu besar. Apabila tidak ada atmosfer suhu akan melebihi 93,3 derajat celcius pada siang hari dan malam hari suhu akan turun sampai -148,9 derajat celcius.
3.        Atmosfer merupakan pelindung dari radiasi  yang berenergi tinggi, seperti sinar ultraviolet, sinar x dan sinar kosmik. Oleh sebab itu radiasi yang sampai ke permukaan bumi dapat diperlemah sehingga tidak berbahaya bagi kehidupan.
4.        Atmosfer merupakan pelindung dari hujan meteor sebab sebelum meteor jatuh ke permukaan bumi terjadi gesekan dengan atmosfer sehingga aus dan kemudian habis sebelum sampai di permukaan bumi, tetapi masih dapat terjadi meteor yang jatuh ke permukaan bumi dalam bentuk bongkahan besar yang disebut meteorid.


B.     CUACA DAN IKLIM
a)      Pengertian Cuaca Dan Iklim
Cuaca dan iklim sama-sama mengacu pada keadaan atmosfer pada suatu tempat dan waktu tertentu. Cuaca dan iklim berbeda dalam rentang waktu dan luas tempat. Cuaca didefinisikan sebagai keadaan atmosfer pada daerah dan waktu tertentu. Iklim adalah keadaan atmosfer pada daerah yang lebih luas dalam kurun waktu yang panjang. Iklim merupakan rata-rata cuaca dalam periode waktu yang panjang dan daerah yang lebih luas.

b)      Faktor Pembentuk Cuaca Dan Iklim
1.      Posisi Matahari

 
Bumi berotasi dari barat ke timur dalamwaktu 24 jam mengakibatkan peristiwa siang dan malam serta perubahan sudut datang matahari setiap saat di wilayah setempat. Perubahan sudut datang akan menyebabkan perubahan intensitas insolasi yang secara langsung mempengaruhi perubahan suhu udara permukaan bumi.
Revolusi bumi menyebabkan perubahan intensitas insolasi pada setiap daerah lintang. Pada tanggal 22 desember matahari tepat di 23 ½ º LS atau garis balik selatan (tropic of Capricorn), pada tanggal 21 maret matahari tepat di khatulistiwa, pada tanggal 21 juni matahari tepat di 23 ½ º LU atau garis balik utara (tropic of cancer) dan pada tanggal 23 september matahari tepat di khatulistiwa.
2.      Pusat Tekanan Rendah dan Tinggi
Bumi yg condong 23 ½ ˚ menyebabkan gerak semu matahari berkisar pada garis balik utara 23 ½ ˚ LU (tropic of cancer) dan garis balik selatan 23 ½ ˚ (tropic of Capricorn). Pergerakan semu matahari ini menyebabkan perbedaan intensitas insolasi untuk berbagai letak lintang. Pengaruh selanjutnya pada perbedaan suhu di berbagai letak lintang tersebut yang berakibat pada perbedaan tekanan udaranya. Perbedaan tekanan udara pada berbagai letak lintang dapat dikelompokkan, yaitu pada daerah lintang yang bertekanan rendah disebut sebagai pusat tekanan rendah dan daerah lintang yang bertekanan tinggi disebut pusat tekanan tinggi. Kondisi yang demikian menyebabkan dinamika udara, dimana udara bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Udara yg bergerak ini mempunyai arah pergerakan dipengaruhi oleh gaya coriolis, arah inilah yg selanjutnya mempengaruhi permusiman atau iklim wilayah. Sifat pusat tekanan rendah dan tekanan tinggi serta arah angin adalah semi permanen yg berubah secara periodik sebagaimana pergerakan semu matahari.
Letak-letak pusat tekanan rendah dan dan tekanan tinggi adalah sebagai berikut:
a.       Pusat tekanan rendah equator, yg terdapat di sekitar equator, kondisi ini disebabkan karena suhu tinggi yg berakibat pada naik dan berkembangnya massa udara sehingga tekanannya rendah, dan merupakan daerah doldrum (tenang) dan kelembapan tinggi memungkinkan seringnya turun hujan. Di sekitar khatulistiwa, kedua angin passat ini bertemu. Karena temperatur di daerah tropis selalu tinggi, maka massa udara tersebut dipaksa naik secara vertikal (konveksi). Daerah pertemuan kedua angin passat tersebut dinamakan Daerah Konvergensi Antar Tropik (DKAT). DKAT ditandai dengan temperatur yang selalu tinggi. Akibat kenaikan massa udara ini, wilayah DKAT terbebas dari adanya angin topan. Akibatnya daerah ini dinamakan daerah doldrum (wilayah tenang).

b.      Pusat tekanan tinggi subtropik yg disebut daerah lintang kuda (horse latitude) karena adanya gerakan udara bagian atas (konvergensi/saling bertumbukkan) kemudian turun dan mengakibatkan pemampatan massa udara sehingga tekanan udara menjadi lebih tinggi dan suhunya lebih dingin. Daerah lintang kuda berada pada garis lintang ± 30˚ LU/LS.
c.       Pusat tekanan rendah subpolar, karena efek termal yaitu semakin ke arah kutub suhunya semakin rendah dan tekanannya semakin tinggi, sehingga pada subpolar tekanan udaranya lebih rendah daripada di kutub. Daerah pusat tekanan rendah subpolar terletak pada garis lintang ± 60˚LU/LS.
d.      Pusat tekanan tinggi kutub, karena efek termal maka tekanan di kutub lebih tinggi. Daerah pusat tekanan tinggi kutub berada pada garis lintang ±90˚LU/LS.
3.      Arah Angin
Arah angin utama di bumi dipengaruhi oleh gaya coriolis yaitu gaya yang bekerja pada fluida (udara dan air) yang bergerak pada bumi yang berotasi, sehingga angin di belahan bumi utara berbelok ke kanan sedangkan angin di belahan bumi selatan berbelok ke kiri. Akibat arah angin menyebabkan permusiman, seperti di Indonesia. Permusiman di Indonesia terjadi dua musim dalam satu tahun, yaitu musim penghujan dan musim kemarau.
Pengaruh arah angin dapat terjadi juga secara lokal seperti angin darat dan angin laut. Angin darat yang bertiup dari darat ke laut, angin ini mempengaruhi kelembapan di daerah pesisir yang bersifat kering, sedangkan angin laut yang bertiup dari laut ke darat membawa udara lembab sehingga di pesisir terjadi peningkatan kelembapan. Demikian juga angin jatuh panas dan angin jatuh dingin arah jatuhnya berpengaruh terhadap daerah yang dituju.  
4.      Gunung penghalang
Keberadaan gunung menjadi barrier atau penghalang yang memaksa angin bergerak menaiki gunung. Udara lembap yang dipaksa naik ini berakibat pada perubahan suhu dan kelembapan relatif, yaitu suhu menjadi dingin karena gradien suhu vertical sehingga kelembapan relatif menjadi naik, sekalipun tanpa penambahan uap air. Kelembapan relatif yang semakin tinggi menyebabkan udara menjadi jenuh uap air dan terkondensasi menjadi titik-titik air (awan) yang kemudian turun sebagai hujan. Yang dikenal dengan nama hujan orografik.
5.      Massa Udara
Massa udara adalah udara yang mempunyai sifat hampir seragam untuk daerah yang luas. Sifat yang dimaksudkan itu terutama suhu dan kelembapan. Massa udara dapat terbentuk, jika udara itu diam atau bergerak untuk waktu yang lama di atas daerah yang luas yang memiliki sifat hampir seragam. Hal ini berarti daerah yang dikuasai oleh antisiklon yang bergerak lambat, sebab biasanya antisiklon mempunyai daerah yang luas dan berangin lemah. Agar massa udara dapat terbentuk, angin lemah dan sifat permukaan yang seragam harus terdapat bersama-sama. Berbagai sifat pokok daerah sumber yang menentukan sifat massa udara adalah suhunya dan apakah daerah tersebut berupa daratan atau lautan.
Massa udara tidak selalu tetap berada diwilayahnya, tetapi dapat bergerak ke wilayah lain. Pada gerak massa udara tersebut dapat terjadi pertemuan antara dua massa udara sehingga membentuk bidang batas yang disebut front.  
6.     Arus Laut
Arus laut yang pada dasarnya merupakan akibat gerakan udara di atas permukaan air laut. Arus laut kemudian dipengaruhi perputaran bumi (rotasi) menyebabkan pembelokan arah arus laut karena gaya coriolis, yaitu di belahan bumi selatan membelok ke kiri dan di belahan bumi utara membelok ke kanan.
Pengaruh arus laut terhadap iklim adalah sebagai berikut:
1.      Arus laut yang dingin akan menurunkan suhu udara di daratan, sedang arus laut panas akan menaikkan suhu udara di daratan. Misalnya arus teluk atlantik utara mempertahankan suhu dingin di sepanjang pantai di eropa barat di atas 0º.
2.      Arus panas pada umumnya mengakibatkan peningkatan curah hujan, karena udara di atas lautan banyak membawa uap air. Sebaliknya arus dingin yang sedikit membawa uap air dan bergerak ke daerah lebih panas, kelembapan menjadi turun.
3.      Udara yang terbentuk di atas macam-macam arus laut kadang-kadang dapat bertemu dan sebagian bercampur dan terkondensasi membentuk kabut.      


7.      Badai
Badai merupakan angin yang bergerak sangat cepat bisa > 100 km/jam dan pada isobar yang lurus angin ini bergerak secara horizontal, tetapi pada isobar yang melengkung angin ini merupakan angin siklonal yang bergerak melingkar. Badai tropisyang siklonal dapat mempercepat proses terjadinya hujan ataupun hujan es. Adanya badai tropis mengakibatkan cuaca menjadi buruk angin menjadi sangat kencang disertai hujan lebat.

e.       Unsur-Unsur Cuaca Dan Iklim
Unsur-unsur cuaca dan iklim yang utama adalah suhu udara, tekanan udara, angin, kelembapan udara, awan, embun, kabut dan curah hujan.
1.      Penyinaran Matahari
Transfer panas di atmosfer melalui beberapa proses yang masing-masing berpengaruh terhadap perubahan cuaca, proses tersebut diantaranya yaitu:
1)      Radiasi
Radiasi merupakan transfer panas dalam bentuk gelombang elektromagnetik tanpa atau menggunakan medium, oleh benda padat, cair, atau gas.
2)      Konduksi
Konduksi merupakan transfer panas melalui medium, jadi panas tersebut dirambatkan oleh suatu benda yang dipanasi.
3)      Konveksi
Konveksi merupakan proses transfer panas oleh gerakan benda yang dipanasi. Udara memiliki sifat konvektif yang tinggi. Udara yang dipanasi akan mengembang dan naik, kemudian diganti oleh udara dingin yang turun. Pemanasan akan menyebar karena di dalamnya terdapat gerakan udara. Gerakan udara secara mendatar disebut adveksi dan secara tidak beraturan disebut turbulensi.

2.      Suhu Udara
Suhu udara diukur dengan menggunakan termometer. Untuk menyatakan suhu udara digunakan skala Celcius atau Fahrenheit. Suhu udara berubah sesuai waktu dan tempat.
1)      Pola suhu harian
Umumnya suhu udara maksimum terjadi pada tengah hari selepas kulminasi atas matahari, sedangkan suhu udara minimum terjadi sesaat sebelum matahari terbit.
2)      Pola suhu tahunan
Pola suhu tahunan dipengaruhi oleh revolusi bumi karena lintang suatu daerah dalam menerima radiasi matahari mengalami perubahan sudut datang dan jarak, sehingga intensitas penyinaran mengalami perubahan. Rata-rata suhu maksimum di belahan bumi utara terjadi pada bulan Juni-Juli karena pada saat itu matahari terletak pada 23  °LU dan suhu minimum terjadi pada bulan Desember-Januari karena matahari berada pada 23  °LS, demikian sebaliknya pada belahan bumi bagian selatan.
3.      Tekanan Udara
Tekanan udara yaitu berat kolom udara di atas suatu tempat persatuan luas. Tekanan udara diukur dengan alat yang disebut barometer. Satuan yang digunakan untuk mengukur tekanan udara adalah mili bar (mb) atau pascal (Pa). Daerah yang memiliki tekanan udara terbesar adalah di permukaan laut yaitu sekitar 1.013,2 mb. Tekanan udara akan berkurang terhadap ketinggian, sehingga tekanan atmosfer di pantai akan lebih besar dibandingkan dengan di daerah pegunungan.
4.      Angin
Udara yang bergerak dari daerah yang bertekanan udara tinggi ke tekanan udara yang rendah disebut dengan angin. Angin mempunyai kecepatan yang bergantung pada beda tekanan udara antara dua tempat. Semakin besar beda tekanannya, maka senakin besar kecepatannya. Alat yang digunakan untuk mengukur necepatan angin adalah anemometer. Angin juga memiliki arah, arah gerakan angin selain dipengaruhi oleh perbedaan tekanan, angin juga dipengaruhi oleh gerakan rotasi bumi yang menghasilkan gaya coriolis dan gaya gesekan dengan permukaan bumi. Daerah Konvergasi Antar Tropik adalah suatu zona yang memilki suhu tertinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya, dan daerah ini merupakan daerah pertemuan dua angin pasat. Dibawah ini adalah beberapa jenis angin, yaitu:
a.       Angin Siklon dan Anti Siklon
Angin
siklon terjadi apabila daerah yang bertekanan rendah dikelilingi daerah yang bertekanan tinggi. Sesuai dengan hukum Boys Ballot, angin dibelahan bumi utara berbelok ke sebelah kanan dan angin yang berada disebelah selatan akan berbelok kiri. Angin anti siklon terjadi jika daerah yang bertekanan maksimum dikelilingi daerah yang bertekanan minimum. Dengan demikian angin siklon gerakannya berputar meninggalkan pusat.

b.      Angin Pasat dan Anti Pasat
Angin
pasat betiup dari daerah subtropis ke daerah tropis. Hal ini terjadi karena daerah subtropis merupakan pusat tekanan tinggi, sedangkan daerah tropis merupakanpusat tekanan rendah.
c.       Angin Muson
Proses terjadinya angin muson di Indonesia sangat dipengaruhi oleh keberadaan dua benua, yaitu Asia dan Australia serta dua samudera, yaitu Hindia dan Pasifik.





d.      Angin Lokal
Yang termasuk kedalam angin lokal adalah angin laut, angin lembah, angin gunung, serta angin fohn.
·         Angin laut adalah angin yang berhembus dari lautan ke daratan.
·         Angin darat adalah angin yang berhenbus dari darat ke laut 







·         Angin lembah adalah angin yang bergerak dari lembah menuju puncak bukit atau gunung.
·         Angin gunung adalah angin yang berhembus dari gunung ke lembah
·         Angin fohn merupakan angin lokal yang terjadi didaerah yang terletak dibelakang pegunungan.


5.      Kelembaban Udara
Kelembapan udara yaitu jumlah uap air di udara. Alat untuk mengukur kelembapan udara adalah higrometer. Ada beberapa cara untuk menyatakan jumlah uap air di udara diantaranya adalah kelembapan mutlak, kelembapan relatif (RH) dan kelembapan spesifik.
·       Kelembapan mutlak adalah massa air yang terkandung dalam satu satuan volume udara. 
  
·         Kelembapan relatif adalah perbandingan massa air yang terkandung dalam udara dalam suhu tertentu dengan massa air maksimum yang dapat dikandung udara tersebut pada suhu yang sama. 
6.      Awan
Awan merupakan kumpulan partikel air yang melayang-layang di udara, sedangkan yang dekat dengan permukaan bumi disebut kabut. Inti kondensasi merupakan titik air yang mengumpul pada sekeliling partikel-partikel kecil. Inti- inti tersebut biasanya terdiri atas asap, benda mikroskopik yang bersifat menyerap, dan kristal garam. Jenis awan didasarkan pada bentuk awan dan ketinggiannya didalam atmosfer. Awan yang bergumpal disebut kumulus, awan yang berlapis disebut stratus, dan awan yang berserat disebut sirus. Sedangkan awan tinggi yang tidak memberikan hujan dinamakan alto, dan awan rendah yang memeberikan hujan dinamakan nimbus. Berdasarkan golongan utama awan dibagi menjadi sepuluh, yaitu: Stratus, Stratokumulus, Kumulus, Nimbostratus, Kumolonimbus, Altokumulus, Altostratus, Sirus,Sirokumulus dan Sirostratus.

Gambar jenis-jenis awan
Embun terjadi karena udara yang basah berkondensasi pada permukaan bumi yang dingin. Embun dapat kita lihat di atas tanah atau daun tanaman. Pengembunan sering terjadi pada waktu malam atau dini hari ketika tanah menjadi dingin.
Kabut adalah tetes air yang mengapung dalam udara di atas permukaan. Kabut hampir mirip dengan awan. Perbedaannya kabut terbentuk di udara yang dekat dengan permukaan bumi sedangkan awan terbentuk jauh dari permukaan bumi. Kabut dapat terjadi ketika udara lembab panas bergerak di atas permukaan bumi yang dingin. Kabut dan asap pembakaran dapat menimbulkan kabut-asap atau smog.
7.      Presipitasi
Curah hujan adalah banyaknya air hujan atau kristal es yang jatuh ke permukaan bumi. Curah hujan juga dapat diukur dengan menggunakan corong hujan atau biasa disebut ombrometer dengan satuan inci atau milimeter. Ada empat jenis hujan berdasarkan proses terjadinya, yaitu:
a.       Hujan Konveksi
Hujan konveksi adalah hujan yang terjadi karena adanya pemanasan sinar matahari pada suatu massa udara sehingga gerakan udra tersebut naik dan mengalami pengembunan. Hujan konveksi disebut juga hujan zenithal.

b.      Hujan Orografis
Hujan orografis adalah hujan yang terjadi karena gerakan udara yang menaiki lereng pegunungan dan mangalami kondensasi. Udara yang telah mengalami kondensasi tersebut membentuk awan yang menimbulkan hujan.

c.       Hujan Frontal
Hujan ini terjadi karena tumbukan antara udara panasdan udara dingin. Udara panas naik dan terjadi kondensasi sehingga menimbulkan hujan.

Gaya Belajar


Gaya belajar adalah cara yang lebih kita sukai untuk memproses pengalaman dan informasi. Gaya belajar adalah kebiasaan yang mencerminkan cara kita memperlakukan pengalaman yang kita peroleh melalui modalitas. Akan tetapi, gaya belajar tidak sama dengan modalitas. Misalnya, apakah kita lebih suka melakukan eksperimen aktif atau pengamatan reflektif tidak bergantung pada modalitas yang kita gunakan.
McCarthy perintis pada bidang gaya belajar yang karyanya mewakili pendekatan yang paling konsisten dengan apa yang kita ketahui tentang sistem otak-pikiran. Dia mengumpulkan empat preferensi atau kebiasaan dalam memproses informasi, seperti ditunjukkan gambar berikut.
 

            Pembelajar yang lebih menyukai pengalaman konkret adalah mereka yang mempunyai kualitas peraba dan perasa yang kuat. Mereka mempunyai banyak sekali pengalaman indrawi yang dipengaruhi oleh emosi dan kepedulian besar terhadap perasaan. Pembelajar yang ada pada ujung yang lain dari sumbu vertikal ini lebih menyukai konseptualisasi abstrak dan objektivitas. Mereka menggunakan modalitas-modalitas lain secara dominan untuk mengumpulkan dan memproses informasi untuk membentuk konsep-konsep yang pada dasarnya bebas dari emosi dan perasaan.
            Orang yang menyukai eksperimen aktif adalah pelaku. Mereka langsung terlibat melalui modalitas kinestetis dan modalitas indriawi lainnya. Ujung sumbu yang lainnya mewakili pembelajar yang suka melihat dan merenung. Dimensi mereka adalah dimensi pengamatan reflektif.
1.      Ciri-ciri Umum
PEMBELAJAR KUADRAN 1
Preferensi pada PENGALAMAN KONKRET dan PENGAMATAN REFLEKTIF
            Mereka lebih suka mendengarkan dan kemudian embahas gagasan-gagasan dalam percakapan. Diskusi kelompok, terutama diskusi kelompok kecil yang dapat membuat percakapan berkembang, adalah metode ruang kelas faforit mereka. Mereka sangat tertarik dengan orang-orang dan mempercayai pendapat mereka sendiri. Mereka mencontoh orang yang mereka hormati. Mereka inofatif dalam gagasan-gagasan yang berkaitan dengan masyarakat. Mereka mencoba menciptakan persatuan dan kesatuan diantara anggota kelompok.
            Ketika masih kecil mungkin aktivitas faforit mereka adalah pesta ulang tahun, sekolah, pengajian, dan berkemah. Sebagian, yang lebih cenderung suka menyendiri, mungkin senang berjalan-jalan di alam terbuka dan bermain sendirian. Kadang-kadang, anak kuadran 1 berusaha menjalin percakapan dengan orang dewasa yang pendiam dan suka merenung. Sentimentalisme dan kepedulian sosial yang tinggi mungkin akan menjadi pembimbing persepsi mereka sehari-hari. Mereka sangat peduli terhadap kawan-kawan mereka.
            Pembelajar kuadran yang sehat mudah berempati, bijaksana, dan mudah bekerja sama. Keterlibatan mereka dengan orang lain merupakan hasil kesenangan mereka bergaul dan menekankan manfaat kerjasama.
            Pembelajar kuadran 1 yang bermasalah akan memanipulasi dan sangat tinggi harapannya tentang orang lain. Orang kuadran satu yang bermasalah akan terpenjara dalam tuntutan-tunutan ego mereka sendiri. Mereka cenderung bergantung kepada orang lain.

PEMBELAJAR KUADRAN 2
Preferensi pada PENGAMATAN TEFLEKTIF dan KONSEPTUALISASI ABSTRAK
            Pembelajar dalam kuadran ini berpegang teguh pada kebenaran. Mereka menaruh perhatian besar terhadap orang-orang yang pakar, namun kurang tertarik terhadap orang-orang kebanyakan. Jika mereka mempercayai keahlian atau otoritas seseorang, kemungkinan mereka akan mengaguminya dengan penuh semangat, dan menganggapnya sebagai teladan. Kepercayaan mereka terhadap sesuatu yang benar sangat kuat. Mereka mempercayai rasionalitas dan logika sebagai kebajikan utama.
            Yang paling membahagiakan mereka adalah jika mereka bekerja pada suatu bidang usaha yang jelas definisinya, jelas tujuan, dan bisa diraih. Setelah dewasa hiburan bagi mereka adalah mengisi teka-teki silang dan musik klasik. Mereka cenderung menyukai ilmu pengetahuan, matematika, akuntansi, dan cenderung memilih karir yang ditandai dengan presisi tinggi serta ketepatan.
            Pembelajar kuadran 2 yang sehat sangat menonjol dalam detail dan ketepatan. Mereka memerlukan waktu lebih banyak untuk memeriksa pekerjaan mereka. Sedangkan bagi pembelajar kuadran 2 yang bermasalah ditandai dengan pemaksaan menjadi sempurna. Mereka belum puas dengan data yang sudah tersedia dan sering terhambat karena tujuan yang tidak pernah terpuaskan. Hal ini akan membuat pelajar menjadi pribadi totaliter sistem tertutup yang terlalu mementingkan keteraturan dan aturan.

PEMBELAJAR KUADRAN 3
Preferensi pada EKSPERIMEN AKTIF dan KONSEPTUALISASI ABSTRAK
Mereka tertarik pada bidang konseptualisasi abstrak terutama karena di situ terdapat teori-teori yang dapat diuji secara aktif. Mereka tidak suka jika jawaban sudah diungkapkan sebelum mereka belum mempunyai cukup waktu untuk menjelajahi berbagai solusi yang mungkin. Mereka cenderung tidak peka terhadap orang-orang di sekitar mereka.
Pribadi kuadran 3 yang sehat mereka dapat diandalkan untuk memenuhi tenggat waktu dengan hasil yang baik. Sedangkan pelajar kuadran 3 yang bermasalah adalah pengganggu dan suka memaksa.


PEMBELAJAR KUADRAN 4
Preferensi pada PENGALAMAN KONKRET dan EKSPERIMEN AKTIF
Mereka adalah pembelajar yang mampu menemukan semua sendiri. Kebutuhan mereka sangat besar untuk merasakan kebebasan dalam belajar dan mereka cenderung mengubah apapun yang mereka inginkan. Mereka sangat intuitif dan memuat kesimpulan yang mantap padahal secara logis tidak bisa dibenarkan. Keputusan yang buruk bagi mereka hanyalah kemunduran sementara. Pola hidup mereka adalah mencari kemungkinan dan perubahan.
Pembelajar kuadran 4 yang sehat sangat percaya diri dan mampu mengarahkan dirinya sendiri. Sedangkan mereka yang sakit nyaris selalu berlebihan dalam komitmen dan fragmentasi. Mereka tidak mampu menyelesaikan tugas karena mudah tergoda oleh sesuatu yang baru.
Tak ada metode yang sesuai bagi semua murid. Ada yang lebih senang belajar sendiri, ada yang lebih senang mendengarkan penjelasan atau informasi dari guru melalui metode ceramah. Untuk itu diadakan penelitian tentang gaya belajar siswa. Penelitian diadakan dalam tiga  bidang, yaitu:
1)      Gaya kognitif siswa
2)      Gaya respons siswa terhadap stimulus
3)      Model belajar
Di sini akan dijelaskan tentang gaya belajar kognitif. Gaya belajar adalah gaya yang konsisten yang dilakukan oleh seorang murid dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, berpikir, dan memecahkan soal. Gaya ini berkaitan erat dengan pribadi seseorang, yang tentu dipengaruhi oleh pendidikan dan riwayat perkembangannya.
Masing-masing peneliti menciptakan penggolongan gaya belajar menurut pokok-pokok pengertian yang mendasarinya. Dari berbagai penggolongan tersebut dapat diambil tiga gaya belajar yang ada kaitannya dengan proses belajar mengajar, yaitu gaya belajar menurut tipe field dependence-field independence, impulsive-reflektif, preseptif/reseptif-sistematis/intuitif.
a.       Field dependence dan field independence
Secara garis besar ada pelajar yang field dependence artinya sangat dipengaruhi oleh lingkungan atau bergantung pada lingkungan, ada pula yang tidak atau kurang dipengaruhi oleh lingkungan. Untuk lebih jelasnya dapat membandingkan kedua tipe tersebut dalam table.
Field Dependence
-          Sangat dipengaruhi oleh lingkungan banyak bergantung pada pendidikan sewaktu kecil
-          Dididik untuk selalu memperhatikan orang lain
-          Mengingat hal-hal dalam konteks sosial
-          Bicara lambat agar sipahami orang

-          Mempunyai hubungan sosial yang luas
-          Lebih cocok untuk memilih psikologi klinis
-          Lebih banyak terdapat di kalangan wanita
-          Lebih sukar memastikan bidang mayornya dan sering pindah jurusan
-          Tidak senang pelajaran matematika, lebih menyukai bidan ghumanistik dan ilmu sosial
-          Guru yang field dependent cenderung diskusi, demokratis
-          Memerlukan petunjuk yang lebih banyak untuk memahami sesuatu, bahan hendaknya tersusun langkah demi langkah
-          Lebih peka akan kritik dan perlu mendapat dorongan, kritik jangan bersifat pribadi
Field Independence
-          Kurang dipengaruhi oleh lingkungan dan oleh pendidikan sewaktu kecil
-          Dididik untuk berdiri sendiri dan mempunyai otonomi atas tindakannya
-          Tidak peduli akan norma-norma orang lain
-          Berbicara cepat tanpa menghiraukan daya tangkap orang lain
-          Kurang mementingkan hubungan sosial
-          Lebih sesuai memahami psikologi eksperimental
-          Banyak pria, namun banyak yang overlapping
-          Lebih cepat memilih bidang mayornya

-          Dapat juga menghargai humanitas dan ilmu-ilmu sosial, walaupun lebih cenderung ke matematika dan ilmu pengetahuan alam
-          Guru yang cenderung field independent cenderung memberiksn kuliah, memberikan pelajaran dengan memberitahukannya
-          Tidak memerlukan petunjuk yang rinci
-          Dapat menerima kritik demi perbaikan
b.      Impulsif-Refleksi
Orang yang impulsif mengambil keputusan dengan cepat tanpa memikirkannya secara mendalam. Sebaliknya orang yang reflektif mempertimbangkan segala alternatif sebelum mengambil keputusan dalam situasi yang tidak mempunyai penyelesaian yang mudah. Biasanya di dalam test pilihan berganda dengan menetapkan waktu yang ketat, siswa yang impulsif dapat bekerja tergesa-gesa, akan tetapi siswa yang reflektif akan merasa seperti lumpuh, karena tekanan waktu yang tidak memungkinkan untuk berpikir cermat. Oleh karena itu, dalam membuat soal pilihan berganda hendaknya waktu dan jumlah soal diatur sedemikian rupa dan tidak menanyakan hal-hal yang bersifat informatif yang merupakan pengetahuan siap, tetapi harus memaksa siswa untuk berpikir.
c.       Preseptif/Reseptif-Sistematis/Intuitif
Orang yang preseptif dalam mengumpulkan informasi mencoba mengadakan organisasi dalam hal-hal yang diterimanya, ia menyaring informasi yang masuk dan dan memperhatingan hubungan-hubungan diantaranya. Ia membentuk percepts atau aturan yang membantunya dalam menerima informasi yang sesuai dengan sistem atau konsep yang mereka gunakan agar informasi merupakan kebulatan yang saling berkaitan. Lain halnya dengan preseptif, orang reseptif lebih memperhatikan detail atau perincian informasi dan tidak berusaha untuk membulatkan atau mempertalikan informasi yang satu dengan yang lain.
Orang yang sistematis mencoba melihat struktur suatu masalah dan bekerja sistematis dengan daya atau informasi untuk memecahkan suatu persoalan. Sedangkan orang yang intuitif langsung mengemukakan jawaban tertentu tanpa menggunakan informasi secara sistematis. Secara singkat dapat dilihat dari table berikut.
Presentif
Reseptif
-          Memperhatikan aturan
-          Memusatkan perhatian pada hubungan diantara informasi atau data
-          Melompat dari data yang satu ke data yang lain untuk mendapatkan hubungannya
-          Memperhatikan detail
-          Menjauhi membentuk konsep sebelum memperoleh seluruh keterangan
-          Mendesak atau menuntut keterangan sebelum mengambil kesimpulan


Intuitif
Sistematis
-          Memperhatikan keseluruhan masalah

-          Mempercayai petunjuk perasaan

-          Melompat-lompat jalan pikirannya

-          Sering merumuskan masalah kembali

-          Mempertahankan jawabannya atas dasar cocoknya jawaban itu dengan hal-hal lain
-          Mencari metode pendekatan dan pemecahan
-          Menentukan jawaban berdasarkan suatu metode
-          Segera meniadakan alternative yang tidak sesuai
-          Melakukan penelitian yang teratur untuk menemukan data
-          Menyelesaikan tiap langkah untuk sebelum ke langkah selanjutnya

A.    KECERDASAN BERGANDA (MULTIPLE INTELLIGENCES)
1.      Kecerdasan linguistik
Kecerdasan linguistik adalah kemampuan menggunakan dan mengolah kata-kata secara efektif baik secara membaca, bercerita, berbicara, dan menulis yang berkaitan dengan penggunaan dan pengembangan bahasa secara umum.
Ciri yang menonjol:
-          Sensitif terhadap pola
-          Teratur, sistematis, dan mampu berargumentasi
-          Suka mendengar, bercerita, menulis, dan dapat mengeja dengan mudah
-          Suka permainan kata
-          Mempunyai ingatan tajam tentang hal-hal sepele
-          Pembicara publik dan tukang debat yang handal, walau beberapa spesialis linguistik lebih menyukai komunikasi lisan atau tertulis
Cara mudah dalam belajar:
-          Bercerita
-          Membaca dan menulis cerita
-          Suka melakukan permainan kosa kata dan taka-teki
-          Debat, diskusi, memadukan membaca dan menulis pada bidang lain
2.      Kecerdasan matematis-logis
Kecerdasan matematis-logis adalah kemampuan yang berkaitan dengan penggunaan logika secara efektif dan menggunakan bilangan termasuk kepekaan pada pola logika, abstraksi kategorisasi, dan perhitungan.
Ciri yang menonjol:
-          Suka ketepatan, berhitung, mencatat secara teratur, dan berpikir abstrak
-          Sangat suka bereksperimen, memecahkan masalah, dan komputer
-          Menggunakan struktur logis
Cara mudah dalam belajar:
-          Rangsang dengan memecahkan masalah
-          Lakukan perhitungan dengan komputer
-          Analisis dan tafsiran data
-          Beri eksperimen praktis
-          Gunakan berpikir deduktif
3.      Kecerdasan visual spasial
Kecerdasan spasial yaitu kemampuan untuk menangkap dunia ruang-visual secara tepat, termasuk kemampuan mengenal bentuk dan benda secara tepat, melakukan perubahan suatu benda dalam pikirannya dengan menggambarkan ke dalam bentuk nyata.
Ciri yang menonjol:
-          Berpikir dengan gambar
-          Menghasilkan citra mental
-          Menggunakan metafora
-          Memiliki indera konfiguratif
-          Suka seni: menggambar, melukis, memahat
-          Mudah membaca peta grafik dan diagram
-          Mengingat berdasarkan gambar
-          Memiliki indera warna yang hebat
-          Menggunakan semua inderanya untuk membayangkan
Cara mudah belajar:
-          Gunakan gambar untuk belajar
-          Buat coretan atau simbol
-          Paduka seni dengan mata pelajaran lain
-          Gunakan peta pikiran
-          Lakukan visualisasi
-          Berpindah ruang untuk perspektif yang berbeda
-          Buat pengelompokan
-          Tandai dengan warna
4.      Kecerdasan musikal
Kecerdasan musikal adalah kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan, dan menikmati bentuk-bentuk musik dan suara termasuk kepekaan akan ritme, melodi, dan intonasi, juga mampu memainkan alat musik, menyanyi, mencipta lagu, menikmati nyanyian dan musik.
Ciri yang menonjol:
-          Sensitif terhadap nada, irama, dan warna nada
-          Sensitif terhadap kekuatan emosi musik
-          Sensitif terhadap susunan musik yang rumit
-          Bisa jadi amat spiritual
Cara mudah belajar:
-          Bermain alat musik
-          Belajar lewat lagu
-          Belajar diiringi musik barok
-          Bekerja dengan musik
-          Padukan musik dengan bidang yang lain
-          Belajar melalui hal-hal seperti perjalanan/pelajaran, membaca bersama

5.      Kecerdasan kinestetik
Kecerdasan kinestetik yaitu kemampuan menggunakan tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan, termasuk keterampilan koordinasi dan fleksibelitas tubuh.
Ciri yang menonjol:
-          Memiliki daya kontrol tubuh yang luar biasa
-          Timing yang bagus
-          Respon dan reflek yang bagus
-          Belajar yang efektif dengan bergerak
-          Suka melakukan olah raga
-          Suka menyentuh, bermain, dan menggunakan manipulasi
-          Mahir dalam kerajinan yangan
-          Belajar dengan melibatkan diri dalam proses belajar
-          Mudah mengingat apa yang dilakukan dari pada yang dikatakan
-          Amat responsif terhadap lingkungan fisik
-          Resah jika tidak melakukan apa-apa
-          Berfikir mekanis
Cara mudah dalam belajar:
-          Gunakan gerak dalam belajar
-          Gunakan manipulasi dalam ilmu alam dam matematika
-          Padukan gerak dengan semua mata pelajaran
-          Gunakan perjalanan lapangan, permainan kelas
6.      Kecerdasan interpersonal atau kecerdasan sosial
Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, intensi, motivasi, watak, temperamen orang lain, termasuk peka akan ekspresi wajah, suara, isyarat untuk menjalin relasi dan komunikasi dengan orang lain.
Ciri yang menonjol:
-          Kemampuan negosiasi tingggi
-          Mahir dalam berhubungan dengan orang lain
-          Mampu membaca maksud hati orang lain
-          Menikmati berada di tengah orang banyak
-          Memiliki banyak teman
-          Mampu berkomunikasi dengan baik
-          Suka bekerja sama
-          Membaca sitasi sosial dengan baik
Cara mudah dalam belajar:
-          Lakukan aktifitas belajar bersama-sama
-          Beri banyak waktu untuk bersosialisasi
-          Padukan sosialisasi dengan seluruh mata pelajaran
-          Bekerja dalam tim
-          Gunakan sebab akibat


7.      Kecerdasan intrapersonal atau kecerdasan intuitif
Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan akan diri sendiri dan mampu untuk bertindak secara adaptif berdasarkan pengenalan diri, termasuk berefleksi dan keseimbangan diri untuk membangun kesadaran diri tinggi.
Ciri yang menonjol:
-          Sensitif terhadap nilai diri
-          Amat sadar akan perasaan diri
-          Memiliki kesadaran diri yang baik
-          Memiliki kemampuan intuitif
-          Memiliki motivasi diri
-          Amat sadar akan kekuatan dan kelebihan
-          Suka menyendiri
-          Ingin berbeda dengan orang kebanyakan
Cara mudah dalam belajar:
-          Lakukan pembicaraan dari hati ke hati
-          Lakukan aktivitas tanya jawab
-          Beri waktu untuk reflesi diri
-          Lakukan studi mandiri
-          Tulis apa yang anda alami dan rasa
-          Beri kebebasan untuk berbeda di kelompok
-          Buat catatan harian dan jurnal hidup
-          Kontrol proses belajar diri sendiri
-          Ajarkan penguatan diri
-          Ajarkan bertanya
                 Setiap orang mempunyai gaya belajar yang khas yang terkadang tidak sesuai dengan gaya sekolah mereka. Ini menjadi salah satu sebab terbesar dari kegagalan sekolah. Kebanyakan sekolah kita mempunyai asumsi bahwa setiap orang itu identik lebih buruk lagi, kebanyakan diselengarakan dengan sistem evaluasi dan ujian yang menghargai hanya sejumlah kecil kemampuan.
                 Pada dasarnya kecerdasan itu tidak konstan. Kesalahan besar dari tes IQ adalah bahwa ia menyamakan logika dengan kecerdasan keseluruhan, padahal logika hanyalah salah satu bentuk dari pemikiran, kemampuan berpikir, atau kemampuan belajar.
                 Setiap orang memiliki gaya belajar, bekerja, dan karakter yang unik. Carl Jung seorang ahli psikiatri mengklasifikasinya menjadi empat tipe, yaitu perasa (feeler), pemikir (tinker), pelakon (sensor), dan yang mengandalkan intuisi (intuitor).





DAFTAR RUJUKAN
Dryden, Gordon dan Vos, Jeannette. 1999. REVOLUSI CARA BELAJAR (THE LEARNING REVOLUTION): Belajar akan Efektif kalau Anda dalan Keadaan “Fun”. Selandia Baru: The Learning Web.
Nasution. 2006. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Samples, Bob. 1999. REVOLUSI BELAJAR UNTUK ANAK: PANDUAN BELAJAR SAMBIL BERMAIN UNTUK MEMBUKA PIKIRAN ANAK-ANAK ANDA. USA: Jalmar Press.
Sumarmi. 2007. PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK. Malang: Universitas Negeri Malang.