GUNUNG API


A.    Pengertian
Gunung api adalah tempat atau bukaan darimana batuan kental pijar atau gas, dan umumnya kedua-duanya, keluar dari dalam bumi ke permukaan, dan bahan batuan yang mengumpul di sekeliling bukaan itu membentuk bukit atau gunung (Macdonald, 1972). Tempat atau bukaan yang dimaksud adalah kawah. Batuan kental pijar dan gas di sini adalah magma.

B.     Sebaran Gunung Api Aktif di Indonesia

Menurut van Bemmelen gunung api di Indonesia ada 128 buah. Bentuk gunung api di Indonesia dari Pulau Sumatera hingga kepulauan Sangir-Talaud melengkung seperti busur. Di Indonesia sebaran gunung api aktif dibagi menjadi empat busur gunung api, yaitu:
1.      Busur gunung api Sunda, meliputi Pulau Sumatera, Pulau Jawa. Dan Kepulauan Nusa Tenggara.
2.      Busur Gnung Api Banda, merupakan kelompok gunung api yang ada di Kepulauan Banda.
3.      Busur Gunung Api Halmahera, mencakup gunung api yang ada di Halmahera dan Maluku
4.      Busur Gunung Api Sulawesi Utara – Kepulauan Sangihe, merupakan kelompok gunung api yang terdapat di Sulawesi Utara kea rah utara hingga Kepulauan Sangir-Talaud atau Sangihe.

C.     Sebaran Gunung Api Berdasarkan Tekonik Lempeng

Berdasarkan teori tektonik lempeng, pemunculan gunung api dapat dibagi menjadi lima kelompok:
1.      Gunung api yang muncul di pemekaran samudera
2.      Gunung api yang muncul di pemekaran kerak benua
3.      Pulau gunung lautan, gunung api ini muncul sebagai akibat penyempitan kerak samudera
4.      Busur gunung api tepi benua, akibat penunjaman kerak samudera ke bawah kerak benua. Beberapa ahli membagi kelompok gunung api tepi benua menjadi dua subkelompok berdasarkan kenampakan fisiografinya, yaitu:
-          Gunung api secara sensu strict, benar-benar berada di tepi benua
-          Busur gunung api kepulauan, yaitu jajaran kepulauan gunung api yang letaknya di antara samudera dan benua, serta dengan benua itu sendiri dipisahkan oleh laut.
5.      Gunung api di batas kerak samudera, akibat dua kerak samudera saling bertumbukan.

D.    Bentuk dan Struktur Gunung Api
Secara umum dan berdasarkan kegiatannya, gunung api dibedakan menjadi:
1.      Gunung Api Monogenesa (monogenetic volcanoes)
Gunung api monogenesa dalah gunung api yang terbentuk oleh satu erupsi atau satu fase erupsi saja sehingga waktu hidupnya lebih pendek dan ukurannya relative kecil. Magma yang keluar ke permukaan bumi dalam waktu relative pendek, dengan volume kecil, energy rendah, atau bahkan hanya melibatkan bahan gas akan memebentuk gunung api yang relative kecil
2.      Gunung Api Poligenesa (polygenetic volcanoes)
Gunung api poligenesa adalah gunung api yang terbentuk oleh banyak atau berulang kali erupsi, di mana fase erupsi satu dengan lainnya dipisahkan oleh waktu istirahat panjang dan sering melibatkan berbagai jenis magma.

E.     Jenis-jenis Erupsi
Erupsi gunung api adalah proses keluarnya magma dari dalam bumi ke permukaan (ekstrusi maupun intrusi).
1.      Erupsi berdasarkan asal-usul bahan penyusun
-          Erupsi magmatic, yaitu erupsi yang menghasilkan bahan padat langsung berasal dari magma
-          Erupsi freatik atau hidroklastika, yaitu erupsi di mana bahan padat yang dilontarkan keluar dari lubang kawah berasal dari batuan samping. Tenaga letusan berasal dari gas bertekanan tinggi yang dihasilkan oleh interaksi antara magma yang bertemperatur tinggi dengan air tanah sehingga terbentuk uap air dan gas gunung api.
-          Letusan freatomagnetik, yaitu letusan di mana sebagian besar bahan yang dilontarkan dari batuan lama, dan sebagian kecil langsung dari magma. Letusan ini merupakan campuran dari letusan freatik dengan letusan magmatic.

2.      Erupsi berdasarkan sifat kegiatan
-          Erupsi lelehan, yaitu keluarnya lava secara meleleh.
-          Erupsi letusan, yaitu keluarnya magma secara meletus
-          Kombinasi erupsi Efusif dengan eksplosif, erupsi ini biasanya diantarai oleh fase istirahat yang beragam.

3.      Erupsi berdasarkan lokasi

-          Erupsi pusat, apabila erupsi terjadi di kawah pusat yang biasanya terletak di puncak kerucut gunung api utama
-          Erupsi lereng, bila erupsi terletak di lereng kerucut gunung api utama
-          Erupsi eksentrik, bila letak erupsi di luar tubuh gunung api utamanya. Erupsi ini dapat berada di kaki atau datarn di sekitar gunung api utama.

4.      Erupsi berdasarkan kejadian yang khas
-          Letusan Plinial
Merupakan jenis letusan dahsyat yang mengakibatkan kerusakan parah terhadap wilayah di sekitarnya. Magma pada letusan Plinial sangat kental dan memiliki kandungan gas yang sangat tinggi. Material piroklastik yang dihasilkan dalam letusan ini dapat terlempar sampai setinggi 48 km di udara, dengan kecepatan ratusan kilometer per detik.
Letusan Plinial dapat berlangsung selama beberapa jam, atau bahkan beberapa hari, dan mengeluarkan asap tebal yang membubung tinggi di udara. Material vulkanik yang terkandung dalam asap ini berjatuhan di wilayah-wilayah sekitar gunung tersebut. Kadang bukan hanya di satu sisi, tergantung dari arah angin yang menerbangkannya. Tambahan lagi, letusan Plinian dapat mengeluarkan aliran lava yang bergerak sangat cepat dan memusnahkan apa pun yang dilaluinya.

-          Letusan Hawaiian
Letusan jenis ini tidak terlalu eksplosif juga tidak terlalu merusak. Letusan ini tidak memancarkan terlalu banyak material piroklastik ke udara, melainkan lebih banyak mengeluarkan lava yang tidak terlalu kental dengan kandungan gas rendah. Lava mengalir dengan bermacam cara, namun yang paling menarik adalah air mancur api yang berwarna oranye terang yang memancar setinggi ratusan meter ke udara. Cara lainnya yang juga sering dijumpai adalah lava mengalir secara teratur dari satu lubang, yang akhirnya membentuk danau atau kolam lava pada kawah atau cekungan lainnya. Lava yang mengalir dan memancar dari air mancur api dapat merusak tanaman dan pepohonan di sekitarnya, namun gerakannya cukup lamban sehingga memungkinkan penduduk sekitar untuk mengungsi dan menyelamatkan diri. Letusan ini dinamakan Letusan Hawaii karena jenis letusan ini memang umum dijumpai pada pegunungan berapi di Kepulauan Hawaii.

-          Letusan Strombolian
Letusan ini mengeluarkan sejumlah kecil lava yang menjulang setinggi 15 hingga 90 meter ke udara, dengan letupan-letupan pendek. Lava cukup kental, sehingga tekanan gas harus terlebih dulu meningkat sebelum mampu mendesak material-material terbang ke udara. Ledakan-ledakan yang teratur pada letusan ini dapat menimbulkan bunyi dentuman seperti suara bom, namun letusannya relatif kecil. Letusan Strombolian, secara umum tidak menghasilkan aliran lava, namun sebagian lava mungkin akan menyertai proses letusan. Letusan ini juga mengeluarkan sejumlah kecil abu tepra.

-          Letusan Vulkanian
Seperti halnya letusan Strombolian, letusan Vulkanian juga disertai dengan ledakan-ledakan pendek. Namun diameter asap yang membubung ke udara pada letusan ini biasanya lebih besar dibanding pada letusan Strombolian, dan asap ini sebagian besar tersusun oleh material piroklastik. Ledakan diawali dengan keluarnya magma kental dengan kandungan gas yang tinggi, dimana sebagian kecil tekanan gas mendorong magma terlempar ke udara. Selain abu tepra, letusan Vulkanian juga meluncurkan gumpalan-gumpalan piroklastik seukuran bola sepak ke udara. Umumnya, letusan Vulkanian ini tidak disertai dengan aliran lava.

-          Letusan St. Vincent
Erupsi yang disertai dengan lava yang kental dan tekanan gas sedang, berasal dari dapur magma yang dangkal disebut dengan tipe letusan St. Vincent. Contoh Gunung Kelud di Jawa Timur.

-          Letusan Tipe Merapi
Letusan tipe ini mengeluarkan lava kental sehingga menyumbat mulut kawah. Akibatnya, tekanan gas menjadi semakin bertambah kuat dan memecahkan sumbatan lava. Sumbatan yang pecah-pecah terdorong ke atas dan akhirnya terlempar keluar. Material ini menuruni lereng gunung sebagai ladu atau gloedlawine. Selain itu, terjadi pula awan panas (gloedwolk) atau sering disebut wedhus gembel. Letusan tipe merapi sangat berbahaya bagi penduduk di sekitarnya.

-          Letusan Hidrovulkanik
Bila letusan gunung berapi terjadi di dekat samudra, awan mendung, atau wilayah lembab lainnya, interaksi antara magma dan air dapat menciptakan gumpalan asap yang unik. Sebenarnya dalam proses ini magma yang panas memanaskan air sehingga menjadi uap. Perubahan bentuk yang cepat dari air ke uap dapat menyebabkan ledakan dalam partikel-partikel air, yang dapat memecahkan material piroklastik, dan kemudian menciptakan debu api. Letusan hidrovulkanik sangat bervariasi. Sebagian lebih banyak diwarnai oleh letupan-letupan pendek, sebagian lainnya ditandai dengan munculnya bubungan asap yang bertahan selama beberapa saat. Letusan ini juga dapat melelehkan salju dalam skala besar, yang mengakibatkan terjadinya tanah longsor dan banjir bandang.

-          Letusan Rekahan (Fissure Eruptions)
Tidak semua letusan gunung berapi dimulai dengan ledakan yang disebabkan oleh tekanan gas. Letusan rekahan terjadi apabila magma mengalir ke atas melalui celah-celah di tanah dan bocor keluar ke permukaan. Ini seringkali terjadi pada lokasi dimana pergeseran lempeng menimbulkan retakan besar di penampang bumi, dan mungkin juga menciptakan landasan gunung berapi dengan sebuah lubang di bagian tengahnya. Letusan rekahan ditandai dengan adanya tirai api, sebuah tirai yang memuntahkan lava ke atas permukaan tanah. Letusan rekahan dapat mengeluarkan aliran lava yang sangat berat, meskipun lavanya sendiri umumnya bergerak dengan sangat lamban.

Terjebak Lingkaran Bianglala

Ketinggian??
Mungkin sebagian orang mempunyai rasa takut terhadap ketinggian atau bahasa kerennya phobia, termasuk aku. Ketinggian bagaikan kalimat yang horor buat aku dan phobia semacam penyakit yang telah bercokol dan mendarah daging di otakku. Sebenarnya aku gak begitu tau apa itu phobia, kenapa hal buruk itu bisa menimpaku. akhirnya aku mulai bloging apa gerangan phobia itu. Dan ini lah hasilnya:

"Phobia adalah rasa ketakutan kuat (berlebihan) terhadap suatu benda, situasi, atau kejadian, yang ditandai dengan keinginan untuk menjauhi sesuatu yang ditakuti itu. Bedanya sama rasa takut biasa adalah, hal yang ditakuti sebenarnya nggak menyeramkan untuk sebagain besar orang. Kalo udah parah, penderitanya bisa terserang panik saat ngeliat hal yang dia takutin. Sesak nafas, deg-degan, keringat dingin, gemetaran, bahkan sampe nggak bisa menggerakkan badannya.
Sama kayak jenisnya, ternyata penyebab phobia juga macem-macem. Analisa yang pertama karena adanya faktor biologis di dalam tubuh, seperti meningkatnya aliran darah dan metabolisme di otak. Bisa juga karena ada sesuatu yang nggak normal di struktur otak. Tapi kebanyakan psikolog setuju, phobia lebih sering disebabkan oleh kejadian traumatis." (http://www.artiku.com/2008/04/17/fear-of-phobia/)

Seingatku aku gak pernah punya pengalaman buruk dengan ketinggian, tapi kenapa aku akhirnya jadi korban penyakit horor tersebut. Aku ingin dan sangat ingin menghilangkannya. Akhirnya aku tanya sama temanku, Mahasiswi Psikologi yang satu kost sama aku, bagaimana cara menghilangkan Phobiaku yang sudah tingkat dewa itu. Dia memberi saran supaya aku bisa melawan phobia yaitu dengan cara sedikit demi sedikit membiasakan diri dengan ketinggian.

Dengan tekat membara, tanggal 19 November 2011, aku mengunjungi alun-alun Kota Batu. Apa hubungannya dengan rencana mengusr Phobia?
Di alun-alun Kota Batu terdapat sebuah bianglala yang kata orang-orang gak begitu tinggi-tinggi amat, tapi menurutku itu tinggi banget.

Aku pun naik bianglala dengan ditemani seseorang
Dag... Dig... Dug...
Perlahan-lahan keranjang yang aku tumpangi naik
Dan Krieekkkk...!!!!!!!
Tiba-tiba saja bianglala tersebut berhenti, pas posisi ku di tengah. Spontan aku langsung panik, bingung, dan badan langsung gemetaran. Walhasil aku terjebak di bianglala selama setengah jam dikarenakan pemadaman listrik... T-T
Pengalaman ini gak membuatku sembuh, malah bertambahlah rasa ketakutanku...
Untuk ke depannya aku gak tau masih berani naik bianglala atau gak. Yang jelas pengalaman ini membuatku susah tidur malam harinya dan sampai aku menulis di blog ini aku masih takut terhadap ketinggian.

Gaya Coriolis


Gaya coriolis, yaitu gaya yang membelokkan arah arus yang berasal dari tenaga rotasi bumi. Pembelokan itu akan mengarah ke kanan di belahan bumi utara dan mengarah ke kiri di belahan bumi selatan. Gaya ini mengakibatkan adanya aliran gyre yang searah jarum jam (ke kanan) pada belahan bumi utara dan berlawanan dengan arah jarum jam di belahan bumi selatan.

Gaya Coriolis mempengaruhi aliran massa air, dimana gaya ini akan membelokkan arah arus dari arah yang lurus. Gaya Coriolis juga yang menyebabkan timbulnya perubahan-perubahan arah arus yang kompleks susunannya yang terjadi sesuai dengan makin dalamnya kedalaman suatu perairan.
Pada umumnya tenaga angin yang diberikan pada lapisan permukaan air dapat membangkitkan timbulnya arus permukaan yang mempunyai kecepatan sekitar 2% dari kecepatan angin itu sendiri. Kecepatan arus ini akan berkurang cepat sesuai dengan makin bertambahnya kedalaman perairan dan akhirnya angin tidak berpengaruh sama sekali terhadap kecepatan arus pada kedalaman 200 m. Pada saat kecepatan arus berkurang, maka tingkat perubahan arah arus yang disebabkan oleh gaya Coriolis akan meningkat. Hasilnya akan dihasilkan sedikit pembelokan dari arah arus yang relaif cepat di lapisan permukaan dan arah pembelokanya menjadi lebih besar pada aliran arus yang kecepatanya makin lambat dan mempunyai kedalaman makin bertambah besar. Akibatnya akan timbul suatu aliran arus dimana makin dalam suatu perairan maka arus yang terjadi pada lapisan-lapisan perairan akan makin dibelokan arahnya. Hubungan ini dikenal sebagai Spiral Ekman.
Selain berpengaruh terhadap gerakan massa air, gaya coriolis juga berpengaruh terhadap gerakan angin yang dikenal dengan angin utama (angin timur, barat, dan pasat). Angin-angin utama itu berhembus dalam suatu arah yang hampir tetap pada garis-garis lintang tertentu. Angin itu timbul karena peredaran atmosfer dan rotasi bumi. Seandainya bumi tidak berotasi, angin akan bergerak lurus ke utara atau ke selatan. Namun rotasi bumi menimbulkan gaya rotasi yang disebut gaya Coriolis yang gaya yang membelokkan arah angin utama
Hukum Boys Ballot yang mengatakan "Angin cyclon di belahan bumi utara akan berputar berlawanan arah jarum jam, namun sebaliknya berputar searah jarum jam di belahan bumi selatan". Hal ini dikarenakan gerakan angin (relatif terhadap permukaan bumi) di belokkan oleh efek dari rotasi bumi. Semakin ke arah khatulistiwa, gaya coriolis makin mengecil. Gaya Coriolis dipengaruhi oleh posisi lintang suatu wilayah. Semakin kecil letak lintang suatu wilayah, maka gaya Coriolis semakin kecil pengaruhnya Itulah sebabnya angin cyclon hampir tidak pernah terjadi di wilayah khatulistiwa.
Semua hal ini bisa dirangkum sebagai hukum Buys Ballot:
1.      Angin mengalir dari tempat yang bertekanan maksimum (dingin) ke tempat yang bertekanan minimum (panas).
2.      Pada belahan utara bumi, udara/angin berkelok ke kanan dan di belahan selatan berkelok ke kiri.
3.      Pembelokan arah angin terjadi karena adanya rotasi bumi dari barat ke timur dan karena bumi bulat

KKL OCEANOGRAFI @Pantai Bajulmati-Malang


Bajul Mati...
Pertama kali denger namanya aja udah serem..
KKL Oceanografi kali ini ke pantai Bajul Mati. Kami (Geo Off A '09) berkumpul jam 4.30 sesuai kesepakatan. Tapi masih ada aja yang telat, jadi mau gak mau hal itu membuat kami berangkat jam setengah 6 (T.T molornya lama bangett siihhh!!!)

Langsung aja pak Supir kendaraan benefit andalan kamipun (Truk Pasir, ini disebut taktik untuk menekan pengeluaran. Lagian sih KKL-nya tanggal tua gini.. :-p) tancap gass, yuukk...

Perjalanan sangat seru..
Jalannya Belok kiri belok kanan naik turun belok lagi, cukup membuat kami yang ada di dalamnya berlomba-lomba mual-mual. Disuruh mengamati perubahan kondisi sepanjang perjalananpun ditinggal tidur.. Teler semua deh... Hehehe

Ternyata tempatnya gak seserem namanya. Baru memasuki kawasan Pantai Bajul Mati, kami disambut dengan hembusan angin yang segar khas pantai. Segarrrrr....
Sesampainya di sana, kami dibuat terlena sejenak dengan pemandangan indah pantai yang masih perawan tersebut. Pantai ini tidak begitu banyak pengunjung. Di tengah-tengah laut kami dapat melihat beberapa Clift menjulang kokoh menahan hempasan gelombang. Pasir berwarna putih dengan air pantai yang jernih, membuatku berdecak-decak. HHmmm... andai ini adalah liburan, pikirku. Baru sejenak kami terlena, eh udah diperingatkan untuk segera melakukan pengukuran. Okelah kami langsung "cekidot" melakukan pengukuran dengan masing-masing kelompok.


Ada 4 kelompok, ditambah satu kelompok lagi untuk pengukuran dengan menggunakan Theodolith. Aku masuk ke kelompok Thoedolith bersama Shinta, Nying, ama Fandir.
Tidak lupa setelah melakukan pengukuran kami berfoto-foto ria sambil main ombak... Hahay... Senengnya...
Merasa kembali ke massa anak-anak, berlarian n main ombak.

Setelah itu tibasaatnya makan siang. AAsseeggg... menu kali ini ada PETEnya. Nyummy.. nyummy...
Setelah santap PETE selesai aku, eka, ma nadia beli jus Mangga. Setelah meneguk 2 gelas Jus mangga, eh ternyata anak-anak udah siap-siap pulang.
Aku langsung menyusul yang lain bersiap-siap pulang. dan Bye Bye Bajul Mati Beach... ^^

Seconhand Serenade

Waktu itu saat ngerjain tugas dengan teman satu kelasku, dia bilang "Eh pu, aku punya lagu baru, keren loh lagunya...". Pasti lagu Rock lagi pikirku, soalnya temenku ini meskipun cewek tapi demennya ama musik metal. Eh pas di stell tuh musik, ternyata bener... Keren...
Aku langsung tergila-gila ama lagu-lagunya. Langsung aja deh aku ngopy satu album. Hehehe...

Secondhand Serenade...
Sampai sekarang sih jujur saja aku gak tau menau tentang penyanyi ini. Soalnya aku bukan tipe orang yang mengidolakan sesuatu dengan berlebihan. Kalaupun aku suka ya suka, tapi gak sefanatik itu. Hhehe
Tapi aku akui emang lagu-lagu Secondhand Serenade ini keren-keren. Aku suka suka suka. Hampir tiap hari lagunya aku puter bolak-balik, gag da bosennya deh.

Jenis musiknya aku banget deh... Aku gak ngerti soal musik, tapi aku ngerti mana lagu yang enak di dengar mana yang enggak. Liriknya keren... kata-katanya ringan tapi maknanya dalem banget... 
Terus berkarya aja deh buat Secondhand Serenade. Jangan berhenti buat lagu yang ngebuat aku "terlena" macam Ike Nurjanah. Loh gag nyambung ya? hehe
Pokoknya Secondhand Serenade MANTAP!!!!

PERSPEKTIF METODE PENELITIAN PENDIDIKAN (PENDEKATAN KUANTITATIF, KUALITATIF, DAN R & D)


PROFIL BUKU
Judul                              : Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D
Pengarang                   : Prof. Dr. Sugiyono
Tahun                          : 2010
Penerbit                       : Alfabeta
Jumlah Halaman          : 456

A.    Pengertian Metode Penelitian Pendidikan
Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan, yaitu cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris (cara yang dilakukan dapat diamati oleh indera manusia), dan sistematis (langkah-langkah bersifat logis).
Data yang diperoleh melalui penelitian itu adalah data empiris yang mempunyai criteria tertentu yaitu valid. Valid menunjukkan derajad ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti. Data yang telah terkumpul sebelum diketahui validitasnya dapat diuji melalui pengujian reliabelitas dan objektivitas. Pada umumnya kalau data tersebut reliable dan objektif, maka kecendrungan data tersebut akan valid. Reliable berkenaan dengan derajad konsistensi/keajegan data dalam interval waktu tertentu. Sedangakan obyektivitas berkenaan dengan interpersonal agreement (kesepakatan banyak orang).
Secara umum tujuan penelitian ada tiga, yaitu bersifat penemuan, pembuktian, dan pengembangan. Secara umum, data yang telah diperoleh dari peneliti dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengatasi masalah.
Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa Metode penelitian pendidikan adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam bidang pendidikan.

B.     Jenis-jenis Metode Penelitian
1.      Berdasarkan Bidang
-          Penelitian Akademik, yaitu penelitian yang dilakukan oleh para mahasiswa dalam pembuatan skripsi, tesis, dan disertasi. Penelitian ini merupakan sarana edukatif sehingga lebih mementngkan validitas internal (caranya harus benar). Variabel penelitian terbatas serta kecanggihan analisis disesuaikan dengan jejang pendidikan S1, S2, maupun S3.
-          Penelitian Profesional, yaitu penelitian yang dilakukan oleh orang yang berprofesi sebagai peneliti (termasuk dosen). Tujuannya adalah mendapatkan pengetahuan baru. Variabel penelitian lengkap, kecanggihan analisis disesuaikan dengan kepentingan masyarakat ilmiah. Penelitian dilakukan dengan cara yang benar (validitas internal) dan hasilnya dapat berguna untuk perkembangan ilmu.
-          Penelitian Institusional, yitu penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk pengembangan lembaga. Hasil penelitian akan sangat berguna bagi pemimpin untuk pembuatan keputusan. Hasil penelitian akan lebih menekankan pada validitas eksternal (kegunaan), variabel lengkap, dan kecanggihan analisis disesuaikan untuk pengambilan keputusan.
2.      Berdasarkan Tujuan
-          Penelitian dasar
-          Penelitian pengembangan (R& D)
-          Penelitian terapan
3.      Berdasarkan Metode
4.      Berdasarkan Tingkat Eksplanasi
5.      Berdasarkan Waktu
C.     Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsavat positivism, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umunya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan dengan triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.
D.    Perbedaan Kuantitatif dengan Kualitatif
1.      Perbedaan Aksioma
Aksioma Dasar
Metode Kuantitatif
Metode Kualitatif
Sifat Realitas
Dapat diklasifikasikan, konkrit, teramati, terukur
Ganda, holistic, dinamis, hasil konstruksi dan pemahaman
Hubungan peneliti dengan yang diteliti
Independen, supaya terbangun obyektivitasnya
Interaksi dengan sumber data supaya memperoleh makna
Hubungan variabel
Sebab akibat (kausal)
Timbale balik/interaktif
Kemungkinan generalisasi
Cenderung membuat generalisasi
Transferability (hanya mungkin dalam ikatan konteks dan waktu)
Peranan nilai
Cenderung bebas nilai
Terikat nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data




2.      Karakteristik Peneliti
No.
Metode Kuantitatif
Metode kualitatif
1.
A. Desain
a. Spesifik, jelas, rinci
b. Ditemukan secara mantap sejak awal
c. Menjadi pegangan langkah demi langkah
A. Desain
a.   Umum
b.   Fleksibel
c.   Berkembang, dan muncul dalam proses penelitian
2.
B. Tujuan
a. Menunjukan hubungan antar variabel
b. Menguji teori
c. Mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif
B. Tujuan
a. Menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif
b. Menemukan teori
c. menggambar realitas yang kompleks
d. Memperoleh pemahaman makna
3.
C. Teknik Pengumpulan Data
a. Kuesioner
b. Observasi dan wawancara terstruktur
C. Teknik Pengumpulan Data
a. Participant observation
b. in depth interview
c. Dokumentasi
d. Triangulasi
4.
D. Instrumen Penelitian
a. Tes, angket, wawancara terstruktur
b. Instrumen yang telah berstandar
D. Instrumen Penelitian
a. Peneliti sebagai instrumen
b. Buku catatan, tape recorder, camera, handycam, dll

5.
E. Data
a. Kuantitatif
b. Hasil pengukuran variabel
E. Data
a. Deskriptif kualitatif
b. Dokumen pribadi, catatan lapangan, dll
6.
F. Sampel
a. Besar
b. Representatif
c. Sedapat mungkin random
d. Ditentukan sejak awal
F. Sampel
a. Kecil
b. Tidak representatif
c. Purposive, snow baal
d. Berkembang selam proses penelitian
7.
G. Analisis
a. Setelah selesai pengumpulan data
b. Deduktif
c. Menggunakan statistic untuk menguji hipotesis
G. Analisis
a. Terus menerus sejak awal sampai akhir penelitian
b. Induktif
c. Mencoba pola, model, tema, teori
8.
H. Hubungan dengan responden
a. Dibuat berjarak
b. Kedudukan peneliti lebih tinggi dari responden
c. Jangka pendek sampai hipotesis dapat dibuktikan
H. Hubungan dengan responden
a. Empati
b. Kedudukan sama
c. Jangka lama
9.
I. Usulan desain
a. Luas dan rinci
b. Literatur yang digunakan berhubungan dengan masalah
c. Prosedur yang spesifik
d. masalah dirumuskan spesifik
e. Hipotesis jelas
f. Ditulis rinci
I. Usulan desain
a. Singkat, umunya bersifat sementara
b. Literatur yang digunakan bersifat sementara
c. Prosedur bersifat umum
d. Masalah bersifat sementara
e. Tidak dirumuskan hipotesis
f. focus penelitian akan dituliskan setelah mendapat data di lapangan
10.
J. Kapan penelitian dianggap selesai?
Setelah semua kegiatan yang direncanakan dapat diselesaikan
J. Kapan penelitian dianggap selesai?
Setelah tidak ada data yang dianggap baru/jenuh
11.
K. Kepercayaan thd hasil penelitian
Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen
K. Kepercayaan thd hasil penelitian
Pengujian kredibilitas, depanabilitas, proses, dan hasil penelitian

E.     Kapan Metode Kuantitatif dan Kualitatif digunakan
1.      Penggunaan metode kuantitatif
a.       Bila masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas
b.      Bila peneliti ingin mendapatkan informasi yang lebih luas dari suatu populasi
c.       Bila ingin diketahui pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain
d.      Bila peneliti ingin menguji hipotetsis penelitian
e.       Bila peneliti ingin mendapat data yang akurat, berdasarkan fenomena yang empiris dan dapat diukur
f.       Bila ingin menguji terhadap keraguan-keraguan tentang validitas pengetahuan, teori, atau produk tertentu
2.      Penggunaan metode kuantitatif
a.       Bila masalah penelitian masih belum jelas
b.      Untuk memahami makna dibalik data yang tampak
c.       Untuk memahami interaksi sosial
d.      Memahami perasaan orang
e.       Untuk mengembangkan teori
f.       Untuk memastikan kebenaran data
g.      Meneliti sejarah perkembangan
F.      Jangka Waktu Penelitian Kualitatif
Pada umumnya jangka waktu penelitian kualitatif cukup lama dibandingkan dengan penelitian kuantitatif, karena tujuan penelitian kualitatif adalah bersifat penemuan. Namun demikian kemungkinan jangka waktu penelitian berlangsung dalam waktu yang pendek bila telah menemukan sesuatu dan datanya sudah jenuh.
G.    Apakah Metode Kuantitatif dan Kualitatif dapat digabungkan
Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dapat digabungkan dengan catatan berikut:
a.       Dapat digunakan brsama untuk meneliti pada obyek yang sama tetapi tujuan yang berbeda
b.      Digunakan secara bergantian
c.       Metode penelitian tidak dapat digabungkan jika paradigmanya berbeda
d.      Dapat menggunakan metode-metode tersebut secara bersamaan, asal kedua metode tersebut telah dipahami dengan jelas, dan seseorang telah berpengalaman dalam penelitian